Yogyakarta – Pemerintah Kota
Yogyakarta bersama berbagai unsur lintas instansi menggelar kegiatan Susur
Sungai Code, sebagai langkah awal penataan kawasan sungai sekaligus upaya
mewujudkan Sungai Code menjadi destinasi wisata berbasis lingkungan dan budaya,
Jumat (22/5/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan
oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta tersebut berlangsung disepanjang
aliran Sungai Code dari kawasan Petinggen hingga Jembatan Amarta, melintasi
wilayah Kemantren Jetis dan Gondokusuman Kota Yogyakarta.
Kegiatan dipimpin langsung
oleh dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) dan diikuti sekitar 100 peserta dari unsur
pemerintah daerah, TNI, komunitas arung jeram, mahasiswa, relawan sungai,
hingga masyarakat.
Turut hadir dalam kegiatan
tersebut Dandim 0734/Kota Yogyakarta Kolonel Inf Arif Setiyono, S.I.P., M.H.I.,
Kepala DLH Kota Yogyakarta Rajwan Taufiq, Kepala DPUPKP Kota Yogyakarta Umi
Akhsanti, Kepala BPBD Kota Yogyakarta Nur Hidayat, Kepala BBWSO Maryadi Utama,
unsur Forkopimda, para lurah wilayah bantaran Sungai Code, Lanal Yogyakarta,
Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI), mahasiswa Akprind, Polbangtan, mahasiswa
KKN UGM, serta anggota Kodim 0734/Kota Yogyakarta.
Rangkaian kegiatan diawali
apel pagi dan pengecekan personel oleh Danramil 01/Jetis, kemudian dilanjutkan
pengarahan dari Wali Kota Yogyakarta sebelum peserta dibagi untuk melaksanakan
susur sungai dan pembersihan sampah bersama Satgas Sungai DLH Kota Yogyakarta.
Dalam pelaksanaannya, peserta
menyusuri Sungai Code menggunakan 20 perahu karet. Kegiatan ditutup dengan
evaluasi hasil penyusuran di kawasan Jembatan Kewek dan Jembatan Amarta.
Dalam sambutannya, Wali Kota
Yogyakarta menyampaikan bahwa kegiatan Susur Sungai Code bukan sekadar olahraga
maupun kegiatan seremonial, melainkan bentuk kepedulian bersama terhadap
kondisi sungai di Kota Yogyakarta.
“Kegiatan ini menjadi
momentum untuk melihat langsung kondisi Sungai Code, mengidentifikasi
titik-titik sampah, sedimentasi, maupun persoalan lingkungan lainnya. Dengan
turun langsung ke sungai, kita bisa memahami kondisi riil di lapangan sekaligus
mencari solusi bersama,” ujar Hasto Wardoyo.
Ia menambahkan, Pemerintah
Kota Yogyakarta memiliki harapan besar agar Sungai Code kedepan dapat
berkembang menjadi destinasi wisata unggulan berbasis lingkungan dan budaya.
Menurutnya, sungai yang bersih dan tertata tidak hanya berdampak pada
lingkungan, tetapi juga dapat meningkatkan nilai ekonomi masyarakat sekitar.
Dari hasil penyusuran,
ditemukan beberapa titik pendangkalan akibat sedimentasi, tumpukan sampah,
kandang ternak di bantaran sungai, hingga bangunan yang masih berada di badan
sungai. Menindaklanjuti hal tersebut, Pemerintah Kota Yogyakarta berencana melakukan
normalisasi Sungai Code dengan menurunkan alat berat dalam waktu dekat untuk
membersihkan sedimentasi dan batu-batu besar di aliran sungai.
Sementara itu, Dandim
0734/Kota Yogyakarta Kolonel Inf Arif Setiyono menyatakan kesiapan Kodim dalam
mendukung program penataan dan revitalisasi Sungai Code melalui kegiatan karya
bakti maupun kolaborasi lintas instansi.
“Program yang digagas
Pemerintah Kota Yogyakarta ini perlu mendapat dukungan bersama agar dapat
berkembang menjadi destinasi wisata sungai yang diminati masyarakat. Kodim siap
mendukung melalui kegiatan karya bakti demi terciptanya lingkungan sungai yang
bersih, aman, dan tertata,” tegasnya.
Perwakilan Federasi Arung
Jeram Indonesia (FAJI) juga menilai Sungai Code memiliki potensi besar untuk
kegiatan susur sungai dan olahraga arung jeram tingkat pemula. Selain menjadi
sarana rekreasi, kegiatan tersebut juga dinilai mampu menjadi media edukasi
lingkungan bagi masyarakat.
Melalui kegiatan Susur Sungai
Code ini, Pemerintah Kota Yogyakarta berharap terbangun kesadaran bersama untuk
menjaga kebersihan sungai sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, TNI,
komunitas, akademisi, dan masyarakat dalam mewujudkan kawasan sungai yang
bersih, sehat, aman, dan bernilai wisata.