Yogyakarta -
Program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung
Tahap 1 Tahun Anggaran 2026 resmi dibuka oleh Wakil Walikota Yogyakarta, Wawan
Harmawan, S.E., M.M., di halaman Balaikota Yogyakarta, Jl. Kenari No. 56,
Kelurahan Muja Muju, Kemantren Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Selasa
(10/02/2026).
Sejumlah pejabat yang hadir
diantaranya Wakil Walikota Yogyakarta Wawan Harmawan, S.E., M.M., Kepala Staf
Kodim 0734/Kota Yogyakarta Letkol Inf Roni Hermawan, Staf Ahli Bidang
Pemerintah dan Kesra Setda Kota Yogyakarta Wirawan Hario Yudo, S.H., M.M.,
Sekdin Satpol PP Kota Yogyakarta Heri Eko Prasetyo, Wakapolresta
Yogyakarta AKBP Robertus Kokok S., S.H., M.H., Jajaran Forkopimda,
Forkopimtren, serta berbagai unsur lintas sektoral lainnya.
Kehadiran para pimpinan tertinggi
daerah ini menjadi simbol kuatnya kolaborasi dalam upaya pemerataan pembangunan
hingga ke tingkat desa.
Dalam amanat Walikota Yogyakarta
yang dibacakan Wakil Walikota Yogyakarta Wawan Harmawan, S.E., M.M., ditegaskan
bahwa TMMD menjadi momentum strategis bagi pembangunan kota dan kemanusiaan.
Program ini mengusung tema mulia: “TMMD: Satukan Langkah, Membangun Negeri dari
Desa.” Tema ini bukan sekadar slogan, melainkan komitmen kolektif bahwa
pembangunan berkelanjutan harus berangkat dari kebutuhan riil warga dan
diperkuat oleh gotong royong lintas institusi.
“TMMD Sengkuyung Tahap I telah
melalui tahapan perencanaan yang matang sejak tanggal 2 s.d. 19 Januari 2026,
dilanjutkan Pra-TMMD pada 27 Januari s.d. 9 Februari 2026, dan hari ini secara
resmi dibuka, dengan pelaksanaan efektif hingga 11 Maret 2026. Rentang waktu
ini menunjukkan bahwa TMMD bukan kerja sporadis, melainkan intervensi
terencana, terukur dan terkoordinasi antara TNI, pemerintah daerah dan
masyarakat,” ungkapnya.
Pada pelaksanaan TMMD Sengkuyung
Tahap I salah satu sasaran fisik melaksanakan pemasangan paving blok sepanjang
145 meter dengan lebar 3,7 meter guna meningkatkan aksesibilitas, keselamatan,
dan kualitas lingkungan permukiman. Selain itu, akan dilakukan rehabilitasi
Balai Rukun, rehabilitasi 10 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di wilayah
Purwokinanti dan Gunungketur, Kemantren Pakualaman.
Semantara itu untuk program non
fisik TMMD diantaranya akan menguatkan kapasitas masyarakat melalui kegiatan
rekrutmen TNI-AD, edukasi kesehatan masyarakat dan penanganan stunting,
pencegahan penyakit masyarakat, penguatan keamanan dan ketertiban (Kamtibmas),
serta peningkatan perencanaan dan tata kelola kebijakan anggaran di tingkat
lokal.
Diakhir amanat Pemkot Yogyakarta
menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI dan seluruh yang terlibat dalam
perencanaan dan pelaksanaan, dan berharap TMMD Sengkuyung Tahap I TA 2026
menjadi tonggak baru pembangunan berbasis kolaborasi di Kota Yogyakarta,
membangun jalan, rumah dan balai; sekaligus membangun kepercayaan, kebersamaan
dan masa depan yang lebih adil.