Yogyakarta – Komitmen
mendukung percepatan penanganan stunting terus diwujudkan oleh aparat
kewilayahan. Babinsa Kelurahan Pakuncen Koramil 10/Wirobrajan Kodim 0734/Kota
Yogyakarta, Serda Agus Purwanto melaksanakan pendampingan dan pemantauan
verifikasi lapangan bersama tim Puskesmas, kader kesehatan, serta perangkat
Kelurahan Pakuncen, Kemantren Wirobrajan, Kota Yogyakarta, Kamis (2/7/2026).
Kegiatan verifikasi lapangan
ini bertujuan memastikan validitas data balita, ibu hamil, serta keluarga
berisiko stunting sebagai dasar pelaksanaan program intervensi yang tepat
sasaran. Dengan data yang akurat, upaya pencegahan dan penanganan stunting diharapkan
dapat berjalan lebih efektif.
Dalam kegiatan tersebut, Serda
Agus Purwanto bersama tim mendatangi rumah-rumah warga yang masuk dalam data
sasaran. Selain melakukan verifikasi, tim juga memberikan edukasi kepada
keluarga mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang, penerapan pola asuh yang
baik, serta pemeriksaan kesehatan secara berkala sebagai langkah preventif
untuk mencegah stunting sejak dini.
Kehadiran Babinsa di tengah
masyarakat merupakan bentuk sinergi TNI dengan pemerintah daerah dan tenaga
kesehatan dalam mendukung program nasional percepatan penurunan angka stunting.
Melalui kolaborasi lintas sektor, diharapkan seluruh program intervensi dapat
menjangkau masyarakat hingga tingkat RT dan RW secara optimal.
Serda Agus Purwanto menegaskan
bahwa TNI akan terus mendukung setiap program pemerintah yang bertujuan
meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk penanganan stunting.
"Kami hadir untuk
mendampingi, memantau, sekaligus menjadi penghubung antara masyarakat dengan
petugas kesehatan. Dengan kerja sama semua pihak, kami berharap Kelurahan
Pakuncen dapat terbebas dari stunting sehingga anak-anak tumbuh sehat, cerdas,
dan menjadi generasi yang berkualitas," ujarnya.
Melalui kegiatan verifikasi
lapangan ini, diharapkan seluruh elemen masyarakat semakin peduli terhadap
pentingnya pencegahan stunting. Sinergi antara TNI, tenaga kesehatan,
pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan generasi Indonesia
yang sehat, unggul, dan berdaya saing.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar