Yogyakarta - Di tengah kemarau yang melanda hampir seluruh wilayah Indonesia yang berakibat meningkatnya ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Kodim 0734/Kota Yogyakarta bersama Forkompimda dan berbagai elemen masyarakat menggelar Shalat Istisqa di Masjid Al Mu’min, jalan AM. Sangaji No. 55 Cokrodiningratan, Jetis, Kota Yogyakarta, Senin (31/8/2026).
Shalat Istisqa tersebut menjadi ikhtiar bersama sekaligus bentuk kepasrahan kepada Allah SWT, memohon agar segera diturunkan hujan yang membawa rahmat, kesejukan, keberkahan dan manfaat bagi masyarakat serta lingkungan. Di tengah kondisi kemarau yang berkepanjangan, doa bersama diharapkan menjadi penguat semangat masyarakat untuk menghadapi berbagai dampak kekeringan.
Dalam kekhusyukan. Imam sekaligus khatib, Ustad Agus Triharjo, S.Ag. (Dari KUA Kemantren Jetis) mengajak seluruh jamaah memperbanyak istighfar, melakukan introspeksi diri dan memohon ampun kepada Allah SWT. Menurutnya, kondisi kekeringan dan kerusakan lingkungan hendaknya menjadi momentum untuk meningkatkan keimanan sekaligus kepedulian dalam menjaga kelestarian alam.
Doa bersama kemudian dipanjatkan dengan penuh harap, mengangkat tangan, memohon agar Allah SWT menurunkan hujan yang bermanfaat, menyuburkan tanah, memenuhi kebutuhan air dan menyejukkan udara. Doa juga ditujukan agar hujan yang turun membawa keselamatan, membantu mengurangi ancaman karhutla serta memberikan kesehatan dan keberkahan bagi seluruh masyarakat.
Shalat Istisqa tidak hanya menjadi ikhtiar spiritual, tetapi juga momentum memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Menghadapi kemarau dan ancaman karhutla diperlukan sinergi seluruh pihak, kesiapsiagaan di lapangan, kepedulian terhadap lingkungan, semangat gotong royong serta doa dan ikhtiar bersama. Dengan kebersamaan tersebut, masyarakat diharapkan mampu melewati musim kemarau dengan aman dan penuh keberkahan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar