Senin, 05 Oktober 2026

HUT ke-81 TNI, Kodim 0734/Kota Yogyakarta Teguhkan Semangat PRIMA dan Kemanunggalan dengan Rakyat

 

Yogyakarta – Derap langkah pasukan dan suasana khidmat mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di halaman Makodim 0734/Kota Yogyakarta, Jalan A.M. Sangaji Nomor 55, Kemantren Jetis, Kota Yogyakarta, Senin (5/10/2026).

Upacara yang dimulai pukul 07.00 WIB tersebut dipimpin Komandan Kodim 0734/Kota Yogyakarta, Kolonel Inf Arif Setiyono, S.I.P., M.H.I., selaku Inspektur Upacara dan diikuti sekitar 100 personel jajaran Kodim 0734/Kota Yogyakarta.

Mengusung tema “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, peringatan HUT ke-81 TNI menjadi momentum untuk meneguhkan kembali jati diri prajurit sebagai kekuatan pertahanan negara sekaligus bagian yang tidak terpisahkan dari rakyat.

Sejak pagi, seluruh personel telah bersiap mengikuti upacara. Barisan perwira, bintara dan tamtama, pasukan bersenjata dari gabungan Koramil jajaran serta kelompok PNS Kodim mengikuti rangkaian upacara dengan penuh disiplin dan khidmat.

Rangkaian upacara diawali dengan penghormatan pasukan dan laporan Komandan Upacara kepada Inspektur Upacara. Suasana semakin khidmat ketika dilaksanakan mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raganya demi bangsa dan negara.

Selanjutnya dilaksanakan pengucapan Sapta Marga dan pembacaan amanat Panglima TNI oleh Inspektur Upacara.


Dalam amanatnya, Panglima TNI menyampaikan penghargaan kepada seluruh prajurit dan ASN TNI di seluruh Indonesia atas dedikasi, loyalitas, kerja keras dan pengabdian yang telah diberikan kepada bangsa dan negara.

Kepercayaan rakyat kepada TNI merupakan kehormatan sekaligus amanah yang harus dijaga. Karena itu, semakin kuat dan modern TNI, semakin besar pula tanggung jawab yang harus diemban oleh setiap prajurit.

Panglima TNI menekankan bahwa peningkatan kekuatan pertahanan harus diimbangi dengan peningkatan kompetensi, kesiapan dan profesionalisme prajurit. Setiap sumber daya yang dipercayakan negara kepada TNI harus digunakan secara optimal dan dapat dipertanggungjawabkan.

Di tengah lingkungan strategis yang terus berubah, TNI juga dihadapkan pada berbagai tantangan, mulai dari ketidakpastian global, dinamika ruang informasi dan kognitif, ancaman terhadap keutuhan wilayah hingga tuntutan integritas dalam pengelolaan sumber daya negara.

Menghadapi berbagai tantangan tersebut, seluruh prajurit TNI diminta tetap kokoh pada jati dirinya dan memperteguh tekad untuk menjaga persatuan, menegakkan kedaulatan serta melindungi kekayaan Nusantara.

Salah satu pesan utama dalam amanat Panglima TNI adalah menjadikan PRIMA sebagai budaya pengabdian, yang meliputi Profesional, Responsif, Integratif, Modern dan Adaptif.

Profesional berarti prajurit harus benar-benar menguasai tugas dan tanggung jawabnya serta terus meningkatkan kemampuan melalui latihan yang sungguh-sungguh dan realistis.

Responsif berarti memiliki kepekaan terhadap perubahan dan potensi ancaman serta mampu bertindak cepat, tepat dan terukur ketika negara dan rakyat membutuhkan.

Integratif mengandung pesan agar TNI terus memperkuat sinergi dengan seluruh komponen bangsa. Sementara Modern menuntut prajurit menguasai perkembangan teknologi dan alat utama sistem pertahanan yang menjadi tanggung jawabnya.

Adapun sikap Adaptif diwujudkan dengan kemampuan untuk terus belajar, berinovasi dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ancaman maupun tantangan di lapangan.

Bagi Kodim 0734/Kota Yogyakarta sebagai satuan kewilayahan, nilai-nilai tersebut memiliki arti penting dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Prajurit dituntut tidak hanya profesional dalam menjalankan tugas, tetapi juga mampu membangun komunikasi dan kedekatan dengan masyarakat.

Semangat “TNI Kuat Bersama Rakyat” menjadi landasan penting dalam pembinaan teritorial. Kedekatan antara Babinsa dengan masyarakat di wilayah binaan menjadi salah satu bentuk nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Melalui komunikasi sosial, kegiatan kemasyarakatan dan berbagai bentuk pembinaan teritorial, prajurit diharapkan mampu hadir di tengah masyarakat serta ikut menjaga keamanan, persatuan dan kondusivitas wilayah.

Peringatan HUT ke-81 TNI dengan demikian bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi momentum untuk melakukan refleksi sekaligus memperbarui tekad pengabdian. Setiap prajurit dituntut menjaga kehormatan institusi, meningkatkan profesionalisme dan membuktikan bahwa TNI senantiasa hadir untuk rakyat.

Usai pembacaan amanat Panglima TNI, upacara dilanjutkan dengan Andhika Bhayangkari, laporan Komandan Upacara dan penghormatan pasukan. Selanjutnya Inspektur Upacara meninggalkan lapangan dan rangkaian upacara dinyatakan selesai.

Seluruh kegiatan berlangsung aman, tertib, khidmat dan lancar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar