Yogyakarta - Pgs. Danramil 08/Kotagede Kapten Inf Rohmat Qomari, melaksanakan kegiatan ziarah ke Situs Sejarah Watu Gilang yang terletak di Jalan Masjid Besar No. 905, Kelurahan Purbayan, Kemantren Kotagede, Kota Yogyakarta, Rabu (10/6/2026).
Kedatangan Pgs. Danramil 08/Kotagede beserta rombongan ini disambut langsung oleh abdi dalem yang bertugas sebagai juru kunci situs Bapak Hastono Ashari. Dalam pelaksanaan ziarah tersebut, Kapten Inf Rohmat Qomari didampingi oleh Babinsa Koramil 08/Kotagede. Guna memperkuat sinergi dan kondusifitas wilayah, jajaran dari Jawatan Keamanan Kemantren Kotagede serta personel BKO Satpol PP Kemantren Kotagede turut hadir mendampingi jalannya kegiatan.
Berdasarkan catatan sejarah, Situs Watu Gilang merupakan salah satu peninggalan paling penting dari era awal Kerajaan Mataram Islam. Batu andesit berbentuk persegi berukuran sekitar 2x2 meter ini diyakini oleh masyarakat dan sejarawan sebagai singgasana atau alas tempat duduk Panembahan Senopati, pendiri sekaligus raja pertama Kesultanan Mataram Islam. Konon, batu hitam legam ini dibawa langsung dari Hutan Lipuro (sekarang wilayah Bambanglipuro, Bantul). Di atas permukaan batu dingin inilah Panembahan Senopati kerap menerima tamu kerajaan, menyusun strategi pemerintahan, hingga menjadi saksi bisu berbagai peristiwa penting dan krusial di masa kejayaan Kotagede abad ke-16.
Pgs. Danramil 08/Kotagede, Kapten Inf Rohmat Qomari, menyampaikan bahwa ziarah ini bukan sekadar agenda formalitas, melainkan bentuk penghormatan nyata terhadap warisan para leluhur Mataram. Kegiatan ini juga menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi antara TNI, instansi keamanan pemerintah daerah, dan tokoh adat setempat dalam menjaga keamanan lingkungan.
"Melalui sinergitas pertahanan wilayah dan kepedulian bersama ini, diharapkan kelestarian aset cagar budaya di kawasan bersejarah Kotagede dapat terus dirawat, aman dari gangguan, serta tetap terjaga demi edukasi generasi masa depan," harapnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar