Yogyakarta, - Wakil Walikota Yogyakarta, Drs. Heroe Poerwadi, MA menghadiri Milad ke-3 Omah Ngaji yang berada di Rt. 17 Rw. 03 Kelurahan Patangpuluhan, Kemantren Wirobrajan, Kota Yogyakarta. Omah Ngaji merupakan sebuah Yayasan yang berdiri sejak 4 Maret 2019 memiliki cara yang berbeda dalam mengajari santrinya. Dalam proses belajar mengaji menggunakan rumah warga ukuran 3 x 6 meter yang sangat sederhana sekali.
Namun demikian, di usianya yang genap 3 tahun, dengan 70 santri dan 5 (lima) Ustadz-Ustadzah, Omah Ngaji sampai dengan saat ini belum memiliki kantor atau sekretariat tetap, bahkan dalam mengaji kadang dilakukan dari rumah ke rumah warga.
Djoni Arifin Ketua Yayasan Omah Ngaji dalam sambutannya mengatakan, “Kami pada awal menjalankan amanah menjadi ketua Yayasan Omah Ngaji ini sangat sulit dan ragu. Sebab, dari awal berdiri hingga sekarang, santri tidak dikenakan biaya atau gratis. Tetapi dengan izin Allah SWT dan ikhtiar menjalankan ibadah dan percaya kata-kata yang dianut oleh leluhur "Gusti Mboten Sare", maka tetap melanjutkan perjuangan membina Omah Ngaji," terangnya. Rabu (23/03/2022).
"Untuk menunjang operasional TPA Omah Ngaji, kami mendapatkan bantuan dari donatur atau dermawan. Keuangan kami terbuka, hari ini saldo kami kurang lebih 40 juta rupiah, Insyaallah jika sudah mencukupi akan digunakan untuk membeli tanah sendiri dan membangun rumah sederhana untuk tempat anak-anak belajar Al-Qur'an," pungkasnya.
Sertu Tri Haryanto
Babinsa Kelurahan Patangpuluhan Koramil 10/Wirobrajan Kodim 0734/Kota
Yogyakarta juga menegaskan, Omah Ngaji tidak hanya menjadi tempat belajar
membaca Al-Qur'an, namun juga menjadi semacam tempat pemulihan psikologi
anak-anak (Trauma Healing). Ada anak-anak yang ditinggal bapak ibunya meninggal
karena Covid-19, trauma melihat kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan
masih banyak latar belakang yang lain, tapi ingin belajar membaca
Al-Qur'an," jelasnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar